KPK menyita uang tunai saat menggeledah Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Timur, di Kota Surabaya, Kamis (24/9/2026). (Foto ANTARA/HO-KPK)

Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN Lampri

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor Sontang Coin Manurung

Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi

Rizal Pahlevi selaku pihak swasta atau perantara Summarecon

Mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto

Ketua DPP Partai Golkar Fahd El Fouz atau Fahd Arafiq

Erwin selaku pihak swasta

Muhammad Fakhry selaku pihak swasta. 

Pada OTT itu, KPK menyita uang Rp 106,3 miliar. 

Jumlah ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah OTT KPK.

Rangkaian Penggeledahan

Setelah penetapan 8 tersangka, KPK kemudian melakukan rangkaian penggeledahan.

Pada 17 September 2026, penyidik KPK menggeledah ruangan Lampri, Dirjen Survei, Pemetaan Pertanahan dan Ruang Kementerian ATR/BPN Virgo Eresta Jaya, Dirjen Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah Kementerian ATR/BPN Asnaedi.

Pada 18 September 2026, KPK melanjutkan kegiatan penggeledahan kantor Summarecon di Jakarta dan rumah Lampri. 

KPK pada 21 September 2026 menggeledah kantor Summarecon di Kabupaten Bogor.

Dua hari kemudian, KPK menggeledah Kantor Pertanahan Kota Mojokerto. Lalu, pada 24 September 2026 menggeledah Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur, dan rumah Lampri di Nganjuk. (*)



Baca juga