Delegasi dari berbagai negara meninggalkan ruangan saat PM Israel Benjamin Netanyahu berpidato di Sidang Umum PBB. (Foto: REUTERS/Jeenah Moon)

LITERASI-ONLINE.COM - Delegasi dari 77 negara meninggalkan ruangan atau walk out ketika Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, berpidato di Sidang Majelis Umum PBB, Jumat (25/9/2026) waktu setempat.

Bahkan ada beberapa negara yang delegasinya sejak awal tidak hadir di ruangan, sebelum Netanyahu datang. 

Delegasi puluhan negara itu membiarkan kursi mereka kosong, sebagai bentuk protes terhadap genosida Israel di Gaza dan serangan di kawasan tersebut.

Berdasarkan rekaman dari Sidang Majelis Umum PBB ke-81, puluhan delegasi meninggalkan ruangan secara bersamaan sesaat setelah Netanyahu mendekati podium.

Beberapa negara memilih menyisakan satu perwakilan atau diplomat junior di ruang sidang.

Dari kawasan Asia Tenggara, negara yang walk out antara lain Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Myanmar.

Dari kawasan Eropa, salah satu negara yang delegasinya meninggalkan ruangan adalah Spanyol.

Selama ini, pemerintah Spanyol memang vokal menyuarakan dukungan untuk Palestina. 

Dari kawasan Amerika Selatan, negara yang walk out antara lain Brasil dan Peru.

Utusan dari negara-negara Benua Afrika kompak walk out.

Antara lain Nigeria, Afrika Selatan, Ghana, Botswana, dan Tanjung Verde, 

Sikap walk out peserta sidang umum PBB sebagai wujud protes dunia internasional karena serangan Israel di Gaza, Palestina terus berlanjut.

Begitu juga serangan brutal militer Israel ke Lebanon dan Suriah.

Bahkan Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB menyimpulkan bahwa Israel telah melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza. 

Selain itu, Netanyahu juga masuk daftar yang harus ditangkap berdasarkan surat perintah Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang dikeluarkan pada 21 November 2024, atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan di Jalur Gaza.


Baca juga