Staf rumah sakit dan tentara Israel memindahkan pasien dan peralatan ke ruang perawatan bawah tanah di pusat medis Rambam. Selama perang Israel-AS lawan Iran, banyak tempat parkir bawah tanah di Israel diubah jadi tempat perawatan pasien. (foto: AP)

LITERASI-ONLINE.COM - Ditengah sensor ketat militer Israel, beberapa informasi mengenai kondisi terkini rakyat Israel yang terdampak perang lawan Iran, akhirnya bocor ke publik.

Laporan media lokal Haaretz misalnya, mengungkapkan kondisi memprihantikan pasien yang dirawat di ruang-ruang bawah tanah yang diubah menjadi rumah sakit dadakan.

Haaretz memberitakan, ruang-ruang perawatan di bawah tanah di berbagai wilayah Israel menghadapi masalah kepadatan pasien dan penyebaran penyakit menular. 

Situasi memprihatinkan ini terjadi setelah ribuan warga Israel menerima perawatan sekaligus berlindung di fasilitas bawah tanah selama berlangsungnya perang Israel-AS lawan Iran yang sudah memasuki pekan keempat.

Serangan balasan Iran menghancurkan bangunan di berbagai wilayah yang diduduki Israel.

Situasi ini membuat warga Israel merasa lebih aman berada di ruang-ruang bawah tanah. 

Termasuk warga yang sakit, lebih memilih dirawat di fasilitas kesehatan bawah tanah.

Haaretz yang mengutip penjelasan para dokter menyebutkan situasi di ruang-ruang perawatan bawah tanah kacau balau.

Penyebanya, kebersihan tidak terjaga, peralatan yang tidak memadai, dan padatnya jumlah pasien. 

Terungkap, rata-rata hanya tersedia dua kamar mandi untuk puluhan pasien.

Jarak antara toilet dengan tempat tidur pasien juga sangat dekat, sehingga memicu sejumlah infeksi.

Haaretz memberitakan, terdapat sekitar 750 orang diduga terinfeksi tuberkulosis atau TBC.

Pada Minggu (29/3/2026), Kementerian Kesehatan Israel melaporkan ada pasien didiagnosis menderita tuberkulosis paru setelah 6 hari di ruang perawatan bawah tanah.

Sekitar 750 orang lainnya juga diduga terpapar infeksi itu, termasuk 1.900 staf dan pengunjung.


Baca juga