Warga New York, AS, menggelar aksi menentang serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Demonstran membawa poster bergambar Donald Trump serta spanduk bertuliskan “Stop the War on Iran!” (REUTERS/Eduardo Munoz)
LITERASI-ONLINE.COM - Menjelang pemilu paruh waktu 2026 di Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan November, warga AS semakin menunjukkan respons negatif dan pesimis terhadap kebijakan-kebijakan Presiden AS Donald Trump. Kepercayaan warga menurun tajam setelah Donald Trump membuat kebijakan-kebijakan yang tidak populer dan berdampak terhadap politik maupun ekonomi warga AS. Reuters memberitakan, Jumat (20/3/2026), ketika Trump menduduki jabatan Presiden AS tahun 2025 lalu, ia berjanji akan menekan inflasi dan menghindari keterlibatan militer AS dalam konflik luar negeri. Ia bahkan aktif mengampanyekan diri untuk mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian. Namun, di mata warga AS, janji-janji Trump hanya omong kosong belaka.Buktinya, pada awal 2026, Trump justru melancarkan serangan militer ke Venezuela. Tentara AS menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya.Menurut pemerintah Venezuela, serangan brutal militer AS itu menewaskan seratusan orang, termasuk warga sipil. Pada akhir Februari 2026, militer AS dan Israel menyerang beberapa kota di Iran.Sesumbar Trump akan memenangkan perang lawan Iran dalam waktu singkat, ternyata jauh dari kenyataan.Iran tak hanya bertahan, tapi juga melancarkan serangan balasan yang menghancurkan fasilitas militer AS yang berada di Qatar, Arab Saudi, Oman, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Irak.Militer AS menyebutkan jumlah tentara AS yang tewas dalam perang lawan Iran 13 orang dan ratusan terluka.Namun, jumlah tentara AS yang tewas diperkirakan jauh lebih banyak dibandingkan angka resmi yang dipublikasikan pihak militer.Hingga memasuki pekan kelima perang lawan Iran, Trump yang justru menawarkan perundingan. Serangan balasan Iran di kawasan yang vital terhadap pasokan energi global membuat Trump kelabakan.Sebab, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga ikut dirasakan dan dikeluhkan warga AS.Apalagi kenaikan harga BBM di AS juga memicu kenaikan harga kebutuhan lainnya.Situasi ini berdampak signifikan pada respons, dukungan, dan kepercayaan dari warga AS terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat Trump.
Baca juga