Pengurus Perkumpulan Politeknik Swasta Indonesia (Pelita)
LITERASI-ONLINE.COM - Perkumpulan Politeknik Swasta Indonesia (Pelita) terus memperjuangkan transformasi politeknik menjadi universitas terapan. Usulan ini diharapkan masuk dalam penyempurnaan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) agar pendidikan tinggi vokasi memiliki kedudukan yang lebih kuat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.Perjuangan tersebut kembali disuarakan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V Pelita yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, 14–17 Oktober 2026. Forum nasional ini menjadi momentum bagi pengelola politeknik swasta untuk memperkuat aspirasi terkait penataan kelembagaan pendidikan tinggi di Indonesia.Direktur Eksekutif Pelita Indonesia, Ginanjar Wirosasmito, mengatakan, pihaknya mengusulkan penyederhanaan jenis perguruan tinggi menjadi dua kategori utama, yakni universitas yang berorientasi pada pendidikan akademik dan universitas terapan yang berfokus pada pendidikan vokasi.Menurut Ginanjar, usulan tersebut telah disampaikan kepada Komisi X DPR RI dalam forum pembahasan aspirasi pendidikan tinggi sekitar Juli tahun lalu. Pelita berharap gagasan itu dapat menjadi pertimbangan dalam penyempurnaan regulasi pendidikan nasional.“Kami mengusulkan agar jenis perguruan tinggi disederhanakan menjadi universitas dan universitas terapan. Universitas berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan sains, sedangkan universitas terapan diarahkan untuk menghasilkan tenaga profesional yang terampil, kompeten, dan memiliki keahlian sesuai kebutuhan dunia kerja,” ujarnya saat diwawancarai di sela-sela Rakernas V Pelita.Ginanjar menilai, penguatan identitas universitas terapan penting untuk menempatkan pendidikan vokasi secara proporsional dalam sistem pendidikan tinggi nasional. Selama ini, masyarakat cenderung lebih mengenal dan memilih universitas dibandingkan politeknik. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi perguruan tinggi vokasi, meskipun lulusannya dibekali keterampilan praktis yang dibutuhkan industri.Karena itu, transformasi kelembagaan dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat citra dan daya saing pendidikan vokasi.Belajar dari Transformasi IKIPGinanjar mencontohkan perubahan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) menjadi universitas sebagai gambaran bagaimana transformasi kelembagaan dapat memperluas ruang pengembangan perguruan tinggi.Menurut dia, perubahan IKIP menjadi universitas memungkinkan perguruan tinggi tersebut mengembangkan program studi yang lebih beragam, tidak terbatas pada bidang pendidikan dan keguruan.“Harapan kami, politeknik juga mendapatkan ruang transformasi melalui universitas terapan. Dengan begitu, pendidikan vokasi memiliki identitas yang jelas dan dapat berkembang sesuai karakteristiknya,” jelasnya.Ia menegaskan, universitas terapan tidak semestinya dinilai menggunakan ukuran yang sepenuhnya sama dengan universitas akademik. Keduanya memiliki orientasi, proses pembelajaran, serta keluaran yang berbeda.Pada perguruan tinggi akademik, pengembangan ilmu pengetahuan dan publikasi penelitian, termasuk publikasi pada jurnal terindeks Scopus, menjadi salah satu indikator yang dapat digunakan.
Baca juga