Bantuan logistik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar disalurkan kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

LITERASI-ONLINE.COM - Bantuan logistik Universitas Hasanuddin (Unhas) mulai disalurkan kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai sebagai bagian dari respons kemanusiaan terhadap masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur. 

Penyerahan bantuan berlangsung di Posko BNPB Ruteng, Kabupaten Manggarai, Rabu (19/8/2026), bersamaan dengan dimulainya rangkaian kegiatan Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik Tanggap Bencana (KKN-TB) Unhas di wilayah tersebut.

Bantuan berupa kebutuhan makanan dan logistik lainnya diserahkan secara simbolis oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K), didampingi Dr. Eng. Ilham Alimuddin bersama 10 mahasiswa perwakilan KKN-TB Angkatan 117. 

Bantuan diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Lambertus Paput, S.Sos.

Posko BNPB Ruteng menjadi salah satu titik koordinasi tim selama menjalankan misi kemanusiaan di Manggarai. 

Setelah penyerahan bantuan, tim akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mengidentifikasi serta mendukung penanganan kebutuhan masyarakat terdampak di lapangan.

Tim KKN-TB sebelumnya berangkat dari Makassar menuju Labuan Bajo, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. 

Kegiatan tersebut dirancang sebagai bagian dari respons cepat sekaligus pengabdian mahasiswa kepada masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Usai menjalankan agenda di Kabupaten Manggarai, rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur. 

Di wilayah tersebut, tim melanjutkan koordinasi dan kegiatan kemanusiaan sesuai kebutuhan masyarakat serta arahan pemerintah daerah.

Keterlibatan KKN-TB Angkatan 117 menjadi bagian dari upaya Unhas mengerahkan sumber daya akademik untuk mendukung masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat dan proses pemulihan pascabencana di Nusa Tenggara Timur.

Sebanyak 10 mahasiswa lintas disiplin terlibat dalam misi ini, yakni:

1. Angga Anugrah (Fisika), 

2. Nadhiva Amelia Naura (Geofisika), 

3. Muhammad Aflahal Mukmin (Hubungan Internasional), 

4. Renaldi (Teknik Pertambangan), 

5. Reynhard Kanna Lengkong (Pendidikan Dokter), 

6. Vargas Radho Nuru (Peternakan), 

7. Andi Nurul Mazaya (Geofisika), 

8. Lantar Maulana Anugerah Daiva (Pendidikan Dokter), 

9. Muhammad Rizki Rivaldo (Pendidikan Dokter Gigi), dan 

10. A. Fathur Rahman (Ilmu Hukum).

(*/rus/dhs)



Baca juga