Piala Dunia 2026

LITERASI-ONLINE.COM - Timnas Iran menghadapi kendala non-teknis di luar lapangan menjelang Piala Dunia 2026 yang dimulai 11 Juni 2026.

Salah satunya, pemerintah Amerika Serikat (AS) menolak mengeluarkan visa kepada sebagian besar staf pendukung atau ofisial timnas Iran.

Tanpa visa, para ofisial itu tidak bisa masuk ke AS dan bergabung dengan timnas Iran.

Padahal, pada fase grup di Piala Dunia 2026, timnas Iran akan bertanding di AS. 

Tepatnya, di Kota Inglewood, California, AS.

Informasi ini disampaikan oleh Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI).

FFIRI menilai, pemerintah AS sengaja mempersulit timnas Iran agar tidak bisa tampil maksimal di Piala Dunia 2026.

ESPN memberitakan, diantara 14 ofisial timnas Iran yang dipersulit mendapat visa adalah Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Iran, Hedayat Mombeini, dan wakil presidennya, Mehdi Mohammad Nabi.

Kedutaan Besar Iran di Turkiye pada Sabtu (6/6/2026) waktu setempat, melancarkan protes kepada Duta Besar AS untuk Turkiye, Tom Barrack. 

Sebagai informasi, Kedutaan Besar AS di Ankara yang memproses visa untuk timnas Iran. 

Kedutaan Iran di Turkiye menilai pemerintah AS membawa permusuhan ke ranah olahraga. Menurut mereka, hal ini mencederai makna sportivitas dan merampas hak timnas Iran untuk tampil maksimal di Piala Dunia 2026. 

"Pemerintah AS pada praktiknya merampas hak tim nasional Iran untuk bermain di Piala Dunia dalam kondisi normal, tanpa tekanan dan stres yang tidak semestinya," tulis pernyataan Kedubes Iran di Turkiye. 

Timnas Iran telah berangkat dari Turkiye menuju pusat pelatihan mereka di Meksiko pada Sabtu (6/6/2026).

Meski bertanding di AS pada fase grup, timnas Iran memilih bermarkas di Kota Tijuana, Meksiko.

Tijuana, Meksiko relatif dekat dengan lokasi pertandingan timnas Iran di California, AS. (*)



Baca juga