Pengukuhan Da’i Muda Muhammadiyah Sulawesi Selatan, di Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdam) Sulawesi Selatan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Km-10, Makassar, Sabtu, 25 April 2026.

LITERASI-ONLINE.COM - Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi mengukuhkan 519 Da’i Muda Muhammadiyah Sulawesi Selatan, di Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdam) Sulawesi Selatan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Km-10, Makassar, Sabtu, 25 April 2026. 

Pengukuhan dilakukan oleh Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Dr Waluyo Lc MA, disaksikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulsel Prof Ambo Asse, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Sulsel, serta Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulsel, dan pimpinan organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah Tingkat Wilayah Sulsel.

“Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah sangat mengapresiasi atas program dan hasil yang telah dilakukan Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan," kata Waluyo.

Majelis Tabligh Muhammadiyah Sulawesi Selatan saat ini menempati rangking pertama program pelatihan muballigh Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah se-Indonesia. 

"Majelis Tabligh Muhammadiyah Sulsel paling produktif kegiatannya dalam hal Sekolah Tabligh,” tambahnya.

Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah lain juga aktif, kata Waluyo, terutama Majelis Tabligh Muhammadiyah Jawa Tengah dan Sumatera Utara.

“Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat ini punya program Sertifikasi Muballigh dan ini kelanjutan dari DMM. Muballigh yang telah mengikuti Sertifikasi Muballigh akan mendapatkan gelar Muballigh Muhammadiyah Pusat disingkat MMP. Setelah itu akan ada lagi Sertifikasi Muballigh Muhammadiyah Internasional dan akan mendapat gelar Muballigh Muhammadiyah Internasional disingkat MMI,” sebut Waluyo.

Jadwalkan Isi Pengajian

Apresiasi kepada Majelis Tabligh Muhammadiyah Sulsel juga diberikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, Prof Ambo Asse. 

“Tidak ada lagi alasan kurang muballigh, kurang ustadz. Majelis Tabligh sudah memproduksi 519 Da’i Muda Muhammadiyah, dari 770 yang ikut sekolah tabligh. Kita harus menginventarisai kegiatan-kegiatan ananda semua," kata Ambo Asse.

"Dijadwalkan memberi pengajian di daerah, dijadwalkan di cabang, dijadwalkan di ranting, memberikan pengajian di amal usaha Muhammadiyah, memberikan pengajian di masjid-masjid Muhammadiyah. Ini nanti semua yang berhak mendapatkan Sertifikasi Muballigh Muhammadiyah,” tambah Ambo Asse.

Para Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Sulsel diharapkan memanfaatkan para da’i muda alumni Sekolah Tabligh Muhammadiyah Sulsel yang umumnya sudah sarjana (S1) dan bahkan ada yang sudah magister (S2).


Baca juga