Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan (kedua dari kanan), Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al-Saud (kanan), Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty (kiri), dan Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar (kedua dari kiri) berpose bersama dalam Antalya Diplomacy Forum 2026 (ADF2026) di Antalya, Turkiye. (TURKISH FOREIGN MINISTERY PRESS via AFP

LITERASI-ONLINE.COM - Empat negara yakni Pakistan, Mesir, Turkiye, dan Arab Saudi sedang menjajaki kemungkinan pembentukan aliansi pertahanan baru. The New Arab memberitakan, Kamis (23/4/2026), aliansi pertahanan empat negara itu mirip dengan NATO.

NATO adalah aliansi pertahanan negara-negara Eropa dan Amerika Utara. 

Langkah empat negara mayoritas Muslim ini sebagai respons nyata atas meningkatnya agresi militer Israel.

Terutama kekhawatiran terhadap ambisi ekspansionis "Israel Raya" di Timur Tengah. 

Sebagai langkah awal, saat ini sedang berlangsung latihan militer gabungan pasukan khusus Mesir dan Pakistan.

Saat ini, negara-negara kawasan Timur Tengah tidak lagi yakin Amerika Serikat (AS) dapat diandalkan membantu. 

Terutama ancaman militer Israel yang merupakan sekutu dekat AS. 

"Negara-negara Arab kini menyadari bahwa mereka tidak akan pernah kebal dari serangan Israel," kata Islam Mansi, analis politik independen Mesir.  

Kesadaran bahaya ancaman agresi Israel di Timur Tengah semakin nyata setelah Israel dan AS menyerang Iran pada 28 Februari 2026.

Selama perang Israel-AS lawan Iran juga terungkap fakta bahwa militer AS tidak mampu menjamin keamanan negara-negara Timur Tengah. 

Buktinya, fasilitas-fasilitas militer AS di Timur Tengah porak-poranda oleh serangan balasan rudal balistik Iran. 

Pertahanan udara canggih militer AS di Timur Tengah bahkan tidak mampu menahan gempuran drone murah dan rudal Iran.


Baca juga