LITERASI-ONLINE.COM - Kebijakan pemerintah Hungaria berubah drastis mengenai nasib PM Israel, Benjamin Netanyahu.Perdana Menteri (PM) terpilih Hungaria, Péter Magyar, menegaskan, negaranya harus menangkap Perdana Menteri (PM)Israel Benjamin Netanyahu jika memasuki wilayah Hungaria.Péter Magyar mengacu pada surat penangkapan yang diterbitkan oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) di Belanda. Sebelumnya, sejumlah negara melaporkan Netanyahu ke ICC yang berkedudukan di Belanda atas kejahatan kemanusiaan di Gaza, Palestina. Sikap pemimpin baru Hungaria ini berbanding terbalik dengan PM sebelumnya, Viktor Orban, yang merupakan sekutu dekat Netanyahu."Jika suatu negara adalah anggota ICC dan orang yang diburu memasuki wilayah negara kita, maka dia harus ditahan. Setiap negara dan kepala pemerintahan mengetahui aturan ini,” kata Peter Magyar seperti diberitakan Politico, Selasa (21/4/2026).Hungaria kini menambah panjang daftar negara yang setuju menangkap Netanyahu, sesuai perintah Pengadilan Kriminal Internasional atau ICC.Sebelumnya, ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan Netanyahu pada November 2024 atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Baca: Media AS dan Pakar Sebut Iran yang Menang Perang, Presiden Donald Trump MarahNegara-negara anggota ICC pada prinsipnya wajib menahan individu yang tunduk pada surat perintah itu. Hungaria mengikuti sikap Belgia, Belize, Bolivia, Kanada, Denmark, Finlandia, Irlandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luksemburg,Kemudian Namibia, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Portugal, Slovenia, Afrika Selatan, Spanyol, dan Swiss yang menghormati surat perintah penangkapan dari ICC, jika Netanyahu melakukan perjalanan ke negara-negara itu. (*)