New York Times memberitakan AS menyerang Iran.

LITERASI-ONLINE.COM - Media ternama di Amerika Serikat (AS), New York Times, menyebut Iran telah memenangkan perang lawan AS-Israel.

Perang yang berlangsung sebulan lebih itu dimulai dari serangan udara AS-Israel ke Kota Teheran, Iran, pada 28 Februari.

Iran memberi respons keras. Iran menghancurkan bangunan-bangunan di beberapa kota yang diduduki Israel.

Serangan drone dan rudal balistik Iran tidak mampu diredam sistem pertahanan udara Israel.

Iran juga berhasil menghancurkan fasilitas-failitas militer AS di beberapa negara Timur Tengah. 

Belakangan, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dua pekan.

Donald Trump kemudian mengumumkan kemenangan AS lawan Iran.

Trump mengklaim kemampuan militer Iran melemah, sistem persenjataannya sudah dilumpuhkan.

Namun, hanya beberapa jam setelah klaim Trump itu, militer Iran justru mampu menembak jatuh dua jet tempur canggih AS.

Di dalam negeri, media New York Times memberitakan kemenangan Iran atas AS-Israel.

Pemberitaan itu membuat Donald Trump marah besar.

Dalam unggahan di media sosial (Truth Social) pada Selasa (14/4), Donald Trump menegaskan Iran sudah hancur lebur dan menyebut pemberitaan New York Times palsu.

"Bagi mereka yang masih membaca The Failing New York Times dan, meskipun Iran sudah benar-benar DIHANCURKAN, secara militer maupun yang lain, Anda akan mengira Iran sebenarnya menang atau, setidaknya, bekerja cukup baik - Tetapi itu tidak benar, dan The New York Times tahu bahwa itu BERITA PALSU!" tulis Trump.

Dalam unggahan itu, Trump bahkan menuntut New York Times meminta maaf.

"Kapan media korup ini meminta maaf atas kebohongan dan tindakan mengerikan mereka terhadap saya, para pendukung saya, dan negara kita sendiri! Apakah mereka tidak punya rasa malu?" tambahnya.


Baca juga