Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau Nus Kei,

LITERASI-ONLINE.COM - Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau Nus Kei, tewas karena ditikam sesaat setelah tiba di Bandara Karel Sadsuitubun, Kota Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Minggu (19/4/2026) siang WIT.

Nus Kei tiba di Bandara Karel Sadsuitubun dari Bandara Pattimura, Kota Ambon. 

Pria berusia 59 tahun ini diagendakan menghadiri Musda Partai Golkar Maluku Tenggara yang dijadwalkan 22 April 2026.

Peristiwa nahas ini terjadi ketika korban berjalan menuju pintu keluar bandara menemui keluarga yang menjemputnya.

Tiba-tiba seorang pria berjaket merah yang memakai master menyerang korban dengan senjata tajam.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tidak tertolong.

Korban dikabarkan mengalami empat luka tusuk di dada, leher dan bagian belakang tubuhnya.  

Diduga Dendam Lama 

Tidak butuh waktu lama, polisi mengamankan dua pria yang diduga pelaku. 

Keduanya adalah Hendrikus Rahayaan (HR) alias Hendra dan Finansius Ulukyanan (FU) alias Finis.

Mengenai motif terduga pelaku, diduga karena dendam lama.

Menurut Kapolres Maluku Tenggara, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Rian Suhendi, berdasarkan hasil penyidikan sementara, motifnya dendam kepada korban.

AKBP Rian Suhendi menyampaikan dugaan sementara itu ketika dikonfirmasi media, Senin (20/4/2026).

HR (28 tahun) dan FU (36) diduga punya masalah dengan korban saat masih di Jakarta.

Menurut hasil pemeriksaan sementara, HR dan FU meyakini Nus Kei merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat.

Fenansius Wadanubun tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, tahun 2020 lalu. (*)


Baca juga