Sistem pertahanan udara Patriot (PAC-3 MSE) milik militer AS
LITERASI-ONLINE.COM - Sebuah penelitian terbaru dari ilmuwan China mengungkapkan betapa lemahnya sistem pertahanan rudal Amerika Serikat (AS).Menurut hasil riset itu, sistem pertahanan udara AS tidak sehebat yang selama ini digembar-gemborkan. Tidak sehebat teorinya.Ilmuwan China itu merujuk pada perang Israel-AS lawan Iran yang sudah memasuki pekan kedua.Tampak jelas pertahanan udara AS gagal melindungi wilayah Israel dari drone dan rudal Iran.Juga gagal mencegat rudal-rudal balistik Iran yang menghancurkan pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah. Hasil riset itu mengungkapkan celah kritis pada sistem pertahanan rudal AS menghadapi senjata hipersonik. Penelitian yang dipimpin oleh Liao Longwen dari Northwest Institute of Nuclear Technology itu diterbitkan dalam jurnal Tactical Missile Technology, pekan ini. Hasil riset itu menyimpulkan, sistem pertahanan udara AS saat ini "kalah tanding" melawan ancaman rudal hipersonik yang memiliki kecepatan ekstrem dan kemampuan manuver tinggi. Titik Lemah Seperti dilansir SCMP, tim peneliti China ini menganalisis cara kerja sistem pertahanan berlapis milik AS, mulai dari fase tengah hingga fase terminal. Peneliti menemukan kelemahan signifikan beberapa sistem pertahanan AS. Contohnya, Sistem Aegis (SM-3), dirancang untuk mencegat rudal di luar atmosfer (di atas 100 km). Namun, panas ekstrem yang dihasilkan rudal hipersonik saat menembus atmosfer dapat "membutakan" sensor inframerah pencegat ini, sehingga tidak efektif.
Baca juga