Michael Prysner
LITERASI-ONLINE.COM - Michael Prysner, mantan prajurit Amerika Serikat (AS) yang pernah bertugas di Irak dan Afghanistan, mengungkap fakta menarik di tengah perang Israel-AS lawan Iran.Michael Prysner yang saat ini direktur eksekutif Center on Conscience & War mengungkapkan, prajurit AS kini ramai-ramai mencari cara untuk menghindari penugasan perang lawan. Center on Conscience & War adalah sebuah lembaga yang mendukung para prajurit Amerika Serikat yang menolak berpartisipasi dalam perang.Melalui unggahan di akun medsos X (dulu Twitter), seperti dilansir WANA, Sabtu (7/3/2026), Michael Prysner mengaku menerima banyak panggilan telepon dari prajurit AS yang menolak ditugaskan berperang melawan Iran.Sejak serangan Israel-AS ke Iran pada awal Maret 2025, lembaga yang dipimpin Prysner ini sengaja membuka layanan panggilan (hotline) untuk tentara AS yang butuh konsultasi. Berdasarkan keluhan yang diterima Center on Conscience & War, banyak prajurit aktif yang meyakini bahwa perang AS-Israel terhadap Iran adalah kesalahan. Dalam kaitan ini, Center on Conscience & War, memberikan petunjuk bagi para prajurit untuk menolak partisipasi perang.Menurut Prysner, jumlah tentara AS yang kemungkinan dikerahkan ke Timur Tengah lebih besar dari yang disampaikan Pentagon kepada publik.Analisis Prysner itu juga berdasarkan pengalaman pribadinya ketika ditugaskan ke wilayah konflik di Afghanistan dan Irak. Kemungkinan pengiriman prajurit dalam jumlah besar lawan Iran dan proksinya, memicu kekhawatiran di antara para prajurit aktif AS.Apalagi setelah Pentagon mengakui tewasnya beberapa prajurit AS karena serangan balasan Iran ke beberapa fasilitar militer AS di Timur Tengah.
Baca juga