Jatuhnya beberapa pesawat tempur AS di wilayah Kuwait juga menambah kekhawatiran para prajurit AS. "Dengan diumumkannya kematian warga (tentara) Amerika dari perang immoral, banyak prajurit mulai mempertanyakan peran mereka," kata Prysner.Meski Pentagon hanya menyebut 6 orang yang tewas, namun angka kematian tentara AS diprediksi jauh lebih besar.Sebab, serangan balasan Iran ke pangkalan militer AS di Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA) semuanya tepat sasaran. Militer Rusia disebut-sebut membantu menyiapkan data intelijen posisi dan pergerakan tentara AS, sehingga memudahkan Iran melepaskan serangan yang tepat sasaran.Menteri Pertahanan AS dalam rapat dengan kongres juga mengakui sulitnya menghadapi serangan drone Iran. (*)