Puluhan jenazah korban tewas penggerebekan geng narkoba dijejer oleh warga di kompleks Penha di Rio de Janeiro, Brasil, Rabu (29/10/2025). (Foto: PABLO PORCIUNCULA/AFP)

LITERASI-ONLINE.COM - Kepolisian negara bagian Rio de Jeneiro, Brasil,  melakukan penggerebekan besar-besaran peredaran narkoba di dua kawasan padat penduduk di Kota Rio de Janeiro, Selasa (28/10/2025) waktu setempat.

Polisi menargetkan kelompok kriminal Comando Vermelho. 

Penggrebekan besar-besaran ini memakan korban jiwa.

Angka sementara, korban tewas mencapai 119 orang, termasuk empat anggota polisi.

Namun, kantor pembela umum negara bagian Rio de Janeiro mengatakan, setidaknya 132 orang tewas dalam operasi polisi paling mematikan dalam sejarah Rio de Janeiro.

Pemerintah federal (pemerintah pusat Brasil) mengaku tidak diberi tahu sebelumnya tentang rencana penggerebekan yang kini menuai kecaman luas di dalam maupun luar negeri itu. 

Penggrebekan yang dinamai Operation Containment, dilancarkan pada Selasa (28/10/2025) pagi oleh sekitar 2.500 aparat bersenjata berat, dibantu kendaraan lapis baja, helikopter, dan drone. 

Target operasi adalah Comando Vermelho atau Red Command, kelompok kriminal tertua dan terkuat di Rio Jeneiro.

Polisi menyerbu dua kompleks favela besar, Alemao dan Penha, yang menjadi basis utama kelompok kriminal itu. 

Menurut Gubernur Negara Bagian Rio de Janeiro, Claudio Castro, operasi ini telah disiapkan dua bulan dan “berdasarkan penyelidikan mendalam.” 

Bentrokan berdarah segera pecah, karena polisi mendapat perlawanan sengit.  

Menurut kesaksian warga, baku tembak terjadi di jalanan sempit dan sejumlah mobil dibakar untuk dijadikan barikade. 


Baca juga