Menurut otoritas setempat, 113 orang ditangkap, termasuk 10 remaja, dan 91 senapan laras panjang disita. Polisi juga mengaku menyita narkoba dalam jumlah besar.
Jenazah Dijejer di JalananPemandangan memilukan terlihat di kawasan Penha, tempat warga mengangkat puluhan jenazah dari hutan di sekitar permukiman warga. Lebih dari 70 mayat kemudian disusun berjejer di tengah jalan utama sebagai bentuk protes. “Saya hanya ingin membawa anak saya pulang dan memakamkannya,” kata Taua Brito, salah seorang ibu korban, penuh derai air mata.Beberapa jam kemudin, warga dan keluarga korban tewas melakukan konvoi sepeda motor.Mereka berangkat dari Penha menuju istana gubernur untuk memprotes kekerasan polisi. Pengunjuk rasa mengibarkan bendera Brasil yang dilumuri cap tangan merah sebagai simbol darah korban tewas. (*)