Charlie Kirik

LITERASI-ONLINE.COM - Aktivis dan influencer kenamaan Amerika Serikat (AS), Charlie Kirk (31 tahun), tewas ditembak ketika menghadiri sebuah acara di Universitas Utah Valley, Utah, AS, Rabu (9/9/2025) waktu setempat. 

Selama ini, Charlie Kirk dikenal luas sebagai pendukung Presiden AS, Donald Trump. 

Peluru mengenai leher Charlie Kirk. Gubernur setempat, Spencer Cox, menyebut kejadian ini  sebagai pembunuhan politik.

Spencer Cox dalam sesi jumpa pers menjelaskan, terduga pelaku penembakan sudah diamankan polisi.

Direktur FBI, Kash Patel, dalam postingan di akun media sosial juga menyebutkan "subjek penembakan yang mengerikan" telah ditahan. Namun, Komisaris Keamanan Publik Departemen Utah, Beau Mason, justru mengatakan tersangka masih buron.

Donald Trump langsung bereaksi setelah mengetahui penembakan mengerikan itu.

"Tidak ada yang memahami atau memiliki hati kaum nuda di Amerika Serikat lebih baik daripada Charlie. Dia dicintai dan dikagumi, terutama saya, dan sekarang, dia tidak lagi bersama kita," tulis Donald Trump di akun media sosial.

Belakangan, beredar di media sosial video rekaman ponsel yang menggambarkan detik-detik terjadinya penembakan itu.

Dalam video itu, tampak Kirk sedang berpidato di depan kerumunan besar di luar ruangan di kampus Utah, sekitar pukul 12.20 waktu setempat.

Ketika terdengar suara tembakan, Kirk tampak menggerakkan tangan ke lehernya saat dia terjatuh dari kursinya.

Namun, kantor berita Reuters belum mengonfirmasi keaslian video itu. 

Otoritas keamanan setempat menduga, pelaku melepaskan tembakan dari atap rumah.

Sasarannya memang Kirk, bukan penembakan massal. Sebab, acara itu dihadiri sekitar 3.000 orang. 


Baca juga