Pemimpin yang BersahajaMeski memiliki garis keturunan raja, Poto Daeng Majarre menolak hidup berlebihan. Sejarawan lokal menceritakan bahwa rumahnya tak jauh berbeda dengan kediaman rakyat pada umumnya. Pakaian yang ia kenakan sederhana, bahkan dalam acara resmi sekalipun.Bagi Poto Daeng Majarre, menjadi pemimpin bukanlah soal kedudukan, melainkan tentang bagaimana menyatu dengan rakyatnya.“Sebelum maupun sesudah menjadi Karaeng, hidupnya tetap sama, sederhana dan bersahaja,” ungkap Haris Sambu, peneliti sejarah lokal.
Kajang di Era Poto Daeng MajarrePada masa pemerintahannya, masyarakat Kajang hidup dalam tradisi yang kuat, menjunjung tinggi kejujuran, gotong royong, dan kepatuhan pada nilai adat. Kehadiran Poto Daeng Majarre memperkokoh identitas budaya ini. Ia dikenal sering turun langsung ke ladang, berbincang dengan rakyat, dan menjaga harmoni di tengah perubahan zaman.Hingga kini, kisah hidupnya masih menjadi teladan. Sebuah pengingat bahwa kekuasaan tak seharusnya memisahkan pemimpin dari rakyatnya, apalagi menjerat dalam gemerlap kemewahan. (*)