Citra satelit yang menunjukkan situs nuklir Fordo, Iran, yang diserang oleh militer Amerika Serikat.

LITERASI-ONLINE.COM - Laporan awal intelijen Amerika Serikat (AS) mengenai pengeboman ke tiga situs nuklir Iran bocor ke media.

Menurut laporan intelijen yang bocor itu, pengeboman yang dilakukan militer AS gagal mencapai tujuan, karena tidak menimbulkan kerusakan yang signifikan.

Penilaian tersebut dibuat oleh Badan Intelijen Pertahanan (DIA), badan intelijen Pentagon.

Beberapa media ternama, seperti  CNN dan Washington Post memberitakan, pengeboman itu hanya menimbulkan kerusakan di bagian luar.

Media yang mengacu laporan intelijen memberitakan, serangan militer AS ke situs nuklir Iran tidak sepenuhnya menghancurkan target utama seperti yang digembar-gemborkan Presiden Donald Trump. 

Media-media yang berbasis di AS itu memberitakan, Selasa (24/6/2025), serangan tersebut hanya menimbulkan kerusakan terbatas. 

Dilaporkan, beberapa pintu masuk ke situs nuklir memang tertutup akibat serangan, namun struktur bawah tanah yang menyimpan sentrifus dan cadangan uranium Iran tidak tersentuh. 

Hal ini diperkuat hasil penyelidikan Badan Nuklir PBB atau IAEA yang tidak menemukan adanya tanda-tanda peningkatan radiasi di sekitar tiga situs nuklir Iran itu. 

Baca: Sosok Zohran Mamdani, Calon Wali Kota New York yang Dibenci Donald Trump

Karena tidak ada peningkatan radiasi, berarti tak ada kerusakan signifikan.

Apalagi, pengayaan uranium Iran dilakukan jauh di bawah tanah.

Beberapa analis juga menyebut, kemungkinan besar AS menyerang situs nuklir yang sudah dikosongkan.

Sebab, Iran diduga memiliki puluhan situs nuklir untuk pengayaan uranium yang semuanya tersembunyi di bawah tanah.


Baca juga