Citra satelit yang menunjukkan situs nuklir Fordo, Iran, yang diserang oleh militer Amerika Serikat.
Bocoran hasil penelitian intelijen yang kemudian diberitakan media, langsung dibantah Gedung Putih.Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyebut kebocoran hasil penyelidikan intelijen itu sebagai upaya merendahkan Donald Trump dan para pilot tempur yang menjalankan misi pengeboman. “Kebocoran penilaian yang dituduhkan ini merupakan upaya yang jelas untuk merendahkan Presiden Trump," tulis Karoline Leavitt melalui akun media sosial X, seperti diberitakan AFP, Rabu (25/6/2025). Akhir pekan lalu, Angkatan Udara AS mengerahkan pesawat siluman B-2 untuk meluncurkan bom penghancur bunker GBU-57 ke dua fasilitas nuklir utama di Iran. AS juga meluncurkan rudal jelajah Tomahawk yang ditembakkan dari kapal selam ke lokasi ketiga. Hasil serangan pesawat siluman dan tembakan rudal Tomahawk inilah yang kemudian menimbulkan kontroversi.Gedung Putih menyebut serangan itu sukses, tapi pemberitaan media menyebut sebaliknya berdasarkan bocornya hasil penyelidikan intelijen AS. Sebelumnya, militer Israel menyerang tiga situs nuklir itu lewat udara, namun gagal total. Akhirnya AS turun tangan membantu Israel menyerang situs nuklir itu. (*)
Baca juga