Polisi melakukan pengamanan dan evakuasi korban penembakan di sebuah sekolah di Kota Graz, Austria. (Foto: AFP)

Menurut Gerhard Karner, pihak kepolisian Austria masih menyelidiki motif pelaku.

Sementara Reuters memberitakan, Direktur Jenderal Keamanan Publik Austria, Franz Ruf, mengungkapkan, pelaku meninggalkan surat perpisahan yang berisi ucapan selamat tinggal kepada orang tuanya.

Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa pelaku secara sah memiliki dua senjata api yang digunakan dalam serangan mematikan itu. 

Pelaku juga memiliki lisensi senjata api.

Dalam aksinya, pelaku menggunakan pistol dan senapan. 

Pihak kepolisian mengatakan, sebelumnya pelaku tidak memiliki catatan kejahatan.

Polisi meyakini pelaku adalah pria asal Kota Graz, Austria dan bertindak seorang diri.

Pelaku ditemukan tewas di kamar mandi, diduga karena bunuh diri, setelah melancarkan aksinya.

30 Kali Tembakan

Menurut saksi mata, terdengar tembakan sekitar 30 kali di lingkungan sekolah.

Tidak lama berselang, petugas kepolisian dikerahkan ke sekolah itu.

Polisi lalu mengevakuasi semua murid dan guru dari dalam gedung. (*)



Baca juga