Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, Dr Dahlan Lama Bawa, S.Ag, M.Ag, saat jadi Khatib Idul Fitri 1446 H, Senin 31 Maret 2025 di Lapangan Kebun Raya Waiwerang Adonara, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sehingga bisa menjadi potensi konflik antar Suku, Agama dan Ras (SARA), namun faktanya hingga hari ini tidak ada satu pun konflik atas nama agama.

Mereka hidup rukun dan melebur menjadi satu suku, Suku Lamaholot, menjadi satu bangsa, Bangsa Indonesia sehingga Bhineka Tunggal Ika (berbeda-beda, tetapi tetap satu).

Ramadhan hadir sebagai arena mawas diri dan arena didik diri, baik secara jasmaniyah maupun rohaniyah. 

Secara jasmaniyah, dengan puasa  menjadi sehat.

Sama juga dengan shalat 5 waktu, memberi manfaat pada kesehatan tubuh, sehingga saatnya umat Islam mengubah cara pandangnya bahwa shalat 5 waktu itu bukan hanya menjadi kewajiban, namun merupakan kebutuhan, super primer. 

Secara ruhaniyah, puasa Ramadhan menumbuhkan etos taqwa, sabar dan syukur. 

Manifestasinya adalah menjadi insan kamil atau manuisa secara sempurna taat aturan, jujur, adil dan sportif dalam bertindak, tidak menganut falsafah belah bambu, lain diangkat lain diinjak, menjadi musuh dalam selimut, menjadi gunting dalam lipatan, tidak bermetamorfisis atau membawa perubahan tanpa arah. 

"Hadirnya orang-orang yang bertaqwa, jujur dan adil, senantiasa menjadi solusi, bukan menjadi bagian dari masalah," ungkap suami dari Dr Amirah Mawardi, S.Ag, M.Si ini. (*)


Baca juga