Mahasiswa di Prancis menggelar unjuk rasa mendukung Palestina dan mendesak dihentikannya agresi militer Israel di Gaza.

Unjuk rasa mahasiswa juga berlangsung di sebuah universitas di Kota Berlin, Jerman. 

Puluhan mahasiswa mendirikan kamp di lingkungan kampus, lengkap dengan simbol-simbol dukungan untuk Palestina.  

Polisi kemudian membubarkan massa pengunjuk rasa itu. 

Pengunjuk rasa berusaha menduduki salah satu ruangan kuliah untuk menyampaikan aspirasi mereka, namun polisi datang membubarkan.  

Pada hari itu, jadwal perkuliahan di beberapa kelas ditiadakan atau dibatalkan karena alasan keamanan.

Protes di Prancis

Protes mahasiswa juga terjadi di Kota Paris, Prancis.

Sejumlah mahasiswa di universitas bergengsi Sciences Po berusaha memblokade aula utama kampus.  

Polisi kemudian datang untuk mengamankan, sebab pada hari itu banyak mahasiswa lain yang akan mengikuti ujian.

Mahasiswa Sciences Po mendesak pihak kampus mengungkapkan kemitraannya dengan lembaga-lembaga Israel. 

Tak hanya berunjuk rasa, menurut pihak kampus Sciences Po, sebanyak 13 mahasiswa juga melakukan mogok makan. 

Masih di Prancis, ratusan mahasiswa juga unjuk rasa di Universitas Sorbonne.

Pendemo sempat menduduki aula utama kampus, sebelum polisi datang membubarkan massa dan melakukan penangkapan. 

Menurut polisi, sebanyak 88 orang ditangkap saat demo di Universitas Sorbonne.

Protes di Swiss

Di Swiss, protes mahasiswa berlangsung pada tiga universitas di Kota Lausanne, Jenewa, dan Zurich. 

Tuntutan mahasiswa Swiss antara lain mendesak dihentikannya kerja sama dengan semua lembaga yang terkait dengan Israel.  

Sedangkan di Austria, puluhan mahasiswa berkemah di lingkungan kampus Universitas Wina.

Mereka menyuarakan dihentikannya perang di Gaza. (*)



Baca juga