LITERASI-ONLINE.COM - Demo mahasiswa yang mendukung perjuangan rakyat Palestina meluas ke beberapa negara Eropa.
Sebelumnya, selama tiga pekan, demo besar-besaran mahasiswa berlangsung di sejumlah kampus atau universitas ternama di Amerika Serikat (AS).Protes mahasiswa di Amerika Serikat yang antara lain menuntut diakhirnya perang di Gaza, Palestina, bahkan masih berlangsung hingga hari ini. Demo mahasiswa di Amerika Serikat membuat beberapa kampus menunda rencana wisuda, karena alasan keamanan. Pada Selasa (7/5/2024), meledak protes mahasiswa di beberapa negara Eropa barat.Seperti tuntutan mahasiswa di Amerika Serikat, pendemo di Eropa juga meminta dihentikannya perang di Gaza, sebab yang jadi korban kebanyakan wanita dan anak-anak.Mahasiswa juga mendesak pihak kampus masing-masing memutuskan semua hubungan kerjasama yang terkait dengan Israel.
Unjuk Rasa di Belanda Ratusan mahasiswa dan warga sipil berunjuk rasa di kampus Universitas Amsterdam, Belanda, Selasa (7/5).Demo ini merupakan lanjutan dari protes yang berlangsung sehari sebelumnya.Pada Senin malam, polisi terekam kamera memukuli mahasiswa dan merusak tenda-tenda yang didirikan pengunjuk rasa. Ketika itu, pengunjuk rasa menolak meninggalkan lingkungan kampus.Polisi mengatakan, menangkap 169 orang saat membubarkan aksi protes pada Senin malam. Pada Senin malam, sempat terjadi bentrok karena muncul pengunjuk rasa tandingan yang pro-Israel. Tapi, jumlah mereka sedikit.Masih di Belanda, ratusan orang unjuk rasa di Universitas Utrecht dan belasan orang demo di Universitas Teknik Delft.
Unjuk Rasa di Jerman Di Kota Leipzig, Jerman, sekitar 60 mahasiswa "menduduki" sebuah ruang kuliah pada Selasa.Mereka mengibarkan spanduk yang bertuliskan "Pendudukan universitas melawan genosida".
Baca: Tentara Israel Tolak Perintah Invasi ke Rafah, Takut Jebakan MautSpanduk ini merujuk pada tindakan genosida Israel di Gaza.
Mereka membarikade pintu-pintu ruang kuliah dari dalam dan mendirikan tenda-tenda di halaman kampus.Pihak kampus memanggil polisi, tapi tidak ada mahasiswa yang ditangkap.Pada saat yang sama, muncul pengunjuk rasa tandingan pro-Israel yang jumlahnya hanya beberapa orang.