Mahasiswa yang mendukung perjuangan rakyat Palestina berkemah di salah satu kampus di Amerika Serikat (AS).

Sedangkan dalam tayangan di televisi,  petugas polisi masuk ke dalam gedung melalui jendela lantai dua.

Puluhan polisi lainnya mengerumuni tenda atau kemah yang didirikan mahasiswa di lingkungan kampus. 

Mahasiswa yang berdiri di luar kampus mencemooh polisi dengan teriakan, "Malu, malu!"

Tak lama kemudian, polisi menggiring pengunjuk rasa yang diborgol ke mobil polisi di luar gerbang kampus.

Polisi menahan sekitar 50 mahasiswa yang diangkut menggunakan bus. 

Ambulans dan kendaraan layanan darurat lainnya tampak siaga di sekitar kampus. 

Pengunjuk rasa pro-Palestina yang berada di luar gedung utama juga terus berteriak, "bebaskan Palestina.” 

Pejabat Columbia University sempat mengancam sanksi akademik kepada mahasiswa yang mengambil alih Hamilton Hall atau gedung utama universitas, Selasa (30/4).

Mahasiswa mulai menduduki aula utama Columbia University pada malam hari. 

Para pengunjuk rasa memecahkan jendela, menyerbu masuk, dan membentangkan spanduk bertuliskan "Hind's Hall".

Mahasiswa secara simbolis mengganti nama gedung itu untuk seorang anak Palestina berusia 6 tahun yang dibunuh oleh militer Israel di Gaza.

Hingga minggu kedua demo di sejumlah kampus, tercatat jumlah mahasiswa yang ditangkap sekitar 1.00o orang. (*)


Baca juga