Mahasiswa yang mendukung perjuangan rakyat Palestina berkemah di salah satu kampus di Amerika Serikat (AS).

LITERASI-ONLINE.COM, AMERIKA - Unjuk rasa mahasiswa yang mendukung perjuangan rakyat Palestina pada sejumlah kampus ternama di Amerika Serikat (AS) masih terus berlanjut.

Gelombang unjuk rasa pro-Palestina yang melibatkan ratusan mahasiswa di setiap kampus, sudah berlangsung dua minggu.

Unjuk rasa mahasiswa pro-Palestina ini bermula di Columbia University.

Pada unjuk rasa di Columbia University itu, polisi melakukan tindakan represif dan penangkapan puluhan mahasiswa.

Unjuk rasa dan penangkapan mahasiswa di Columbia University itu ternyata memicu gelombang demo mahasiswa di berbagai kampus.  

Mahasiswa mendirikan kemah di kampus masing-masing dengan risiko ditangkap polisi dan diancam skorsing oleh pihak kampus.

Tapi, mahasiswa tidak goyah. Mereka memilih bertahan di kampus masing-masing.

Bahkan pada Selasa (30/4/2024) malam waktu setempat, mahasiwa Columbia University menguasai gedung utama kampus selama beberapa jam.

Baca: Demo Mahasiswa Dukung Palestina Makin Meluas di Amerika Serikat, 900 Orang Ditangkap

Setelah itu, petugas kepolisian Kota New York memasuki kampus untuk melakukan penertiban. 

Polisi menangkap dan membubarkan pengunjuk rasa pro-Palestina yang mengambil alih gedung kampus.

Reteurs memberitakan, polisi yang mengenakan helm dan perlengkapan taktis memasuki kampus Columbia University. 

Polisi merangsek masuk ke Hamilton Hall yang dibarikade mahasiswa.


Baca juga