Salah seorang narasumber, Fientje Stella Watak mengatakan, di era modern ini, buku dalam wujud fisik tetap dibutuhkan.Sebab, terdapat perbedaan rasa ketika membaca sambil menyentuh bukunya dibandingkan membaca melalui e-Library. Fientje menambahkan, di Indonesia ada jutaan orang yang berprofesi guru. Jika mampu menulis buku, maka guru-guru ini merupakan potensi luar biasa untuk memenuhi kebutuhan buku yang diperlukan siswa. Karena itu, kata Fientje, deklarasi nasional ini merupakan oase bagi para pegiat literasi untuk ikut berperan mendorong para guru menulis buku.Sedangkan Sry Eka Handayani mengatakan, untuk menulis buku, butuh motivasi dan tekad yang kuat agar tidak goyah.Seperti narasumber dan deklarator lainnya, Sry Eka juga mendukung penuh gerakan nasional satu guru satu buku ini. Namun, ia mengingatkan para guru jangan hanya menulis buku karena kepentingan untuk kredit atau naik pangkat. (*)