Puluhan peserta ikut Diskusi Kolaboratif dan Deklarasi Nasional Gerakan Guru Bergerak Menulis Satu Buku Indonesia berlangsung hangat, Jumat (9/12/2022) malam.
LITERASI-ONLINE.COM, JAKARTA - Diskusi Kolaboratif dan Deklarasi Nasional Gerakan Guru Bergerak Menulis Satu Buku Indonesia berlangsung hangat, Jumat (9/12/2022) malam WIB.
Diskusi yang melibatkan beberapa tokoh literasi, pakar pendidikan, dan budayawan sebagai narasumber ini diakhiri dengan pencanangan atau deklarasi nasional Gerakan Guru Bergerak Menulis Satu Buku Indonesia. Puluhan peserta diskusi dari berbagai kota di Tanah Air melalui zoom, sangat antusias mengikuti pemaparan para narasumber. Peserta didominasi guru, pustakawan dan pegiat literasi dari berbagsi daerah di Indonesia. Penggagas Gerakan Nasional Guru Bergerak Menulis Satu Buku untuk Indonesia adalah Dr. H.M. Amir Uskara, M.Kes Tokoh Nasional yang juga Ketua Fraksi PPP DPR RI dan Bachtiar Adnan Kusuma (BAK), Tokoh Literasi dan Perrbukuan Nasional. BAK juga sekaligus deklarator Gerakan Nasional Guru Bergerak Menulis Satu Buku untuk Indonesia bersama Adrinal Tanjung, S.E.Ak, M.Si (Founder Satu Birokrat Satu Buku), Dr. Siti Hikmawatty, M.Pd (tokoh perempuan nasional), Fientje Stella Watak (Sekjend FPSMI), Sry Eka Handayani, M.Pd (tokoh literasi Sumbar), dan Yudhistira Sukatanya (budayawan).Kemudian Ismail Suardi Wekke, Ph.D. (akademisi), Muh. Rusli Nur, Sos, M.M. (pegiat literasi Sulawesi Barat), Deni Kurniawan (guru dan pegiat iterasi Jabar).Diskusi dan deklarasi ini dipandu akademisi Ismail Suwardi Wekke, Ph.D. Para narasumber yang sekaligus jadi deklarator mendukung penuh gagasan Dr Amir Uskara dan Bachtiar Adnan Kusuma ini.Menurut Bachtiar Adnan Kusuma yang jadi pemantik diskusi, gagasan gerakan nasional ini muncul karena gurulah yang paling paham bahan bacaan yang dibutuhkan siswa dan sekolah. Karena itu, sangat penting mendorong para guru agar menulis buku untuk menambah khazanah bahan bacaan di perpustakaan sekolah.Namun, butuh intervensi pemerintah pusat hingga daerah dan kolaborasi para pemangku kepentingan untuk suksesnya gerakan nasional ini.
Baca juga