Karena itu, bangsa yang besar adalah bangsa yang membaca dan menulis. "Kita wajib bersyukur karena Bupati Maros H.A.S. Chaidir Syam dan Wakil Bupati Maros Hj. Suhartina Bohari begitu besar perhatiannya terhadap gerakan melek literasi di Kab. Maros," katanya. "Sebagai santri dan alumni DDI di manapun berada, wajib bersinergi dan berkolaborasi mendukung bupati menjadikan Maros Kabupaten Literasi di Sulawesi Selatan," tambahnya. Caranya, kata ketua Tim Pendamping Literasi Daerah Kabupaten Maros ini, yakni menggerakan bersama-sama tersedianya layanan baca di semua sektor kehidupan masyarakat.
Baca: Kemendikbud Buka Peluang Jadi Guru bagi Lulusan D4/S1, Kuota 40.000, Ini Info LengkapnyaKemudian terjangkaunya sumber-sumber bacaan yang lebih mudah aksesnya, sarana dan prasarana perpustakaan terutama di lingkungan Ponpes DDI Maros semakin merata dan tersedia serta kompetensi pustakawan di Maros tersedia dengan baik.
"Kalau elementer pointers tersebut terlaksana dengan baik, otomatis mendongkrak indeks kegemaran membaca kabupaten Maros,” papar BAK. (*)