Tokoh literasi nasional Bachtiar Adnan Kusuma memberi motivasi santri dan guru-gurudi Ponpes DDI Cambalagi, Maros, Ahad 18 September 2022..

LITERASI-ONLINE.COM, MAROS - Ketua Fatayat Nahdatul Ulama (NU) Kab. Maros, Hj.Syamsidar Jamaluddin, Lc kembali menghadirkan Tokoh Literasi Bachtiar Adnan Kusuma (BAK), memotivasi dan membakar semangat membaca dan menulis ratusan santri Ponpes DDI Cambalagi, Maros, Ahad 18 September 2022.

Program Santri Melek Literasi yang digelar Fatayat NU, Pengurus Daerah DDI Kab. Maros, Dewan Pendidikan Maros, dihadiri Ketua PD DDI Maros, Muhammad Jamil, S.Pd, M.Pd, Ketua Yayasan DDI Cambalagi, H. Muh. Takdir, Kepsek MTs DDI Cambalagi, Wajdi dan Pengurus Dewan Pendidikan Kab. Maros.

Menurut Syamsidar Jamaluddin, pihaknya sengaja menggandeng Tokoh Literasi Nasional, Bachtiar Adnan Kusuma, selain karena kemampuannya memotivasi santri dan guru-gurunya, juga memiliki kemampuan.

Terutama terkait dengan gerakan membaca, gerakan menulis dan gerakan literasi. Karena itu, Syamsidar berharap dengan hadirnya BAK bisa menjadi energi positif bagi para santri DDI di masa kini harus melek literasi. 

Sebab santri tidak hanya pandai mengaji, tapi juga harus menguasai literasi dasar maupun literasi digital.

"Saya berharap Kak BAK bisa menjadi motivator kami berkeliling ke berbagai ponpes DDI yang ada di Maros, selain beliau juga adalah keluarga besar alumni Ponpes DDI Mangkoso karena istrinya tercatat alumni Ponpes DDI Mangkoso angkatan 1995,” papar Hj. Syamsidar Jamaluddin.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah DDI Kabupaten Maros, Muhammad Jamil, bersyukur karena dengan hadirnya BAK, kembali menggugat budaya membaca, budaya menulis dan budaya literasi bagi para santri dan guru-guru DDI Cambalagi. 

"Kami bersyukur dengan kehadiran Pak BAK, bisa menginspirasi santri dan guru-guru untuk menjadikan membaca sebagai sebuah kebiasaan sekaligus budaya di lingkungan keluarga besar DDI Maros,” papar Jamil.

Baca: Cendikiawan Prof Azyumardi Azra akan Dimakamkan di TMP Kalibata

BAK di acara Santri Melek Literasi Go To Ponpes DDI menekankan perlunya membaca dan menulis menjadi kebutuhan pokok santri. 

Menurut BAK, tidak ada negara besar tanpa menjadikan membaca dan menulis sebagai gaya hidup kosmopolit. 


Baca juga