Senator Ronald dela Rosa
Setelah pensiun dari kepolisian, Ronald dela Rosa sempat diangkat menjadi pejabat tinggi di lembaga pemasyarakatan Filipina.Ia kemudian masuk dunia politik dan meraih kursi di Senat Filipina pada Pemilu 2019. Ribuan Orang TewasTercatat ribuan korban jiwa dalam operasi perang melawan narkoba selama kepemimpinan Presiden Rodrigo Duterte.Data resmi dari Kepolisian Nasional Filipina mencatat jumlah korban tewas lebih dari 6.000 orang. Namun, Lembaga Hak Asasi Manusia (HAM) menyebut korban tewas sekitar 30.000 orang.Pada beberapa kesempatan, Rodrigo Duterte dan Ronald dela Rosa, membantah telah memberi wewenang kepada petugas di lapangan untuk melakukan pembunuhan di luar hukum (extrajudicial killings). Sebaliknya, banyak keluarga korban mengatakan, mereka yang tewas dieksekusi tanpa prosedur hukum. Dalam dokumen perintah penangkapannya oleh ICC, Ronald dela Rosa didakwa melakukan eksekusi mati dalam kurun waktu antara Juli 2016 hingga April 2018. Minta Serahkan DiriMenteri Dalam Negeri Filipina, Jonvic Remulla, saat mengumumkan imbalan hadiah 50 juta peso (sekitar Rp 14,3 miliar) sekaligus meminta Ronald dela Rosa menyerahkan diri. Ia mengatakan, pihak penegak hukum sedang mengupayakan negosiasi agar Ronald dela Rosa bersedia menyerahkan diri secara damai demi menghindari bentrokan bersenjata yang fatal. Ia mengatakan, pemerintah sudah memberi kesempatan, tapi sang senator tetap bersembunyi.Karena itu, pemerintah akan bertindak tegas."Saatnya untuk bertindak tegas dan memberikan keadilan bagi para korbannya," katanya. Pemerintah Filipina berkomitmen segera menyerahkan Senator Ronald dela Rosa ke pihak ICC di Den Haag untuk menjalani proses hukum. (*)
Baca juga