Senator Ronald dela Rosa
LITERASI-ONLINE.COM - Pemerintah Filipina mengumumkan hadiah atau imbalan uang bagi siapa saja yang bisa membantu menangkap Senator Ronald dela Rosa. Pemerintah Filipina resmi mengumumkan Ronald dela Rosa sebagai buronan setelah Mahkamah Kejahatan Internasional (International Criminal Court/ICC) memerintahkan penangkapan terhadap sang senator.Dalam sesi jumpa pers, belum lama ini, Menteri Dalam Negeri Filipina Jonvic Remulla, mengumumkan imbalan sebesar 50 juta peso (sekitar Rp 14,3 miliar) bagi pihak yang dapat membantu menangkap Senator dela Rosa.Jonvic Remulla mengungkapkan, senator yang kini menjadi buron itu terdeteksi berada di wilayah selatan Filipina.Ronald dela Rosa diduga terlibat kejahatan terhadap kemanusiaan dalam operasi penumpasan narkoba di Filipina. Selain mengumumkan pria ini sebagai buronan, pemerintah juga menawarkan hadiah untuk siapa saja yang berhasil menangkapnya.APNews memberitakan, Jumat (23/10/2026), pengadilan ICC yang berkedudukan di Kota Den Haag, Belanda, menuduh Senator Ronald dela Rosa bertindak sebagai "pelaku peserta tidak langsung" (indirect co-conspirator) dari perintah mantan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. Rodrigo Duterte sudah ditangkap pada Maret 2025 lalu.Saat ini, Rodrigo Duterte sedang menghadapi proses persidangan atas tuduhan kejahatan kemanusiaan.Di masa pemerintahannya, Rodrigo Duterte melakukan "perang" besar-besaran untuk memberantas peredaran narkoba.Sang presiden diduga memberi instruksi untuk mengeksekusi para pihak yang terkait dengan narkoba.Akibatnya, ribuan orang dilaporkan tewas dalam operasi pemberantasan narkoba itu.Menghilang Sejak Mei Senator Ronald dela Rosa terakhir kali terlihat di depan publik ketika menghadiri kegiatan di Senat Filipina pada Mei 2026 lalu. Setelah itu, ia menghilang setelah ICC mempublikasikan surat perintah penangkapannya. Keterlibatan Ronald dela Rosa pada kasus dugaan kejahatan kemanusiaan ini, karena posisinya sebagai penegak hukum di era Presiden Rodrigo Duterte. Ketika itu, Ronald dela Rosa merupakan Kepala Kepolisian Nasional Filipina yang ditunjuk langsung oleh Presiden Rodrigo Duterte untuk memimpin operasi penumpasan narkoba secara masif pada tahun 2016.
Baca juga