Pentagon

Arab Saudi (1 Maret): 1 personel tewas.

Pangkalan Udara Muwaffaq al-Salti, Yordania (17 Juli): 3 personel tewas.

Pangkalan Udara Erbil, Irak (19 Juli): 1 personel tewas.

Selain itu, tercatat 417 personel militer AS terluka hingga akhir Juni 2026.

Rincian Kerugian Pesawat dan Drone

Kerugian udara AS mencakup berbagai jenis pesawat, mulai dari jet tempur canggih hingga pesawat pengintai tak berawak:

MQ-9 Reaper: Total 30 drone bersenjata hancur.

F-15E Strike Eagle: 4 unit hancur (3 akibat salah sasaran di Kuwait, 1 ditembak jatuh di Iran).

KC-135 Stratotanker: 7 unit hancur atau rusak berat, termasuk satu kecelakaan di Irak yang menewaskan 6 kru.

MQ-4C Triton: 1 unit pesawat pengintai seharga Rp3,7 triliun (240 juta dolar AS) jatuh pada April.

AH-64 Apache dan Helikopter lainnya: Beberapa unit jatuh di Selat Hormuz dan Laut Arab.

Kerusakan Fasilitas Diplomatik dan Pangkalan

Serangan balasan Iran juga menghancurkan infrastruktur militer AS di delapan negara, yakni Kuwait, Bahrain, Qatar, Emirat Arab, Arab Saudi, Irak, Oman, dan Yordania.

Pentagon mencatat ratusan bangunan di instalasi militer rusak.

Namun, Pentagon tidak sepenuhnya membuka data spesifik kerusakan itu.

Kerugian Lain

Pentagon juga mencatat kerugian lain AS karena perang lawan Iran.

Di sektor diplomatik, kerugian AS berkisar Rp2,8 triliun (184 juta dolar AS). 

Estimasi kerugian itu berupa kerusakan bangunan konsulat dan kedutaan besar di negara-negara Timur Tengah.

Antara lain kerusakan parah kantor Konsulat Jenderal AS di Erbil dan Kedutaan Besar AS di Kota Baghdad, Irak. (*)


Baca juga