Ia menilai, lokasinya terlalu jauh dari gawang Argentina. Graham Scott mengatakan, duel perebutan bola terjadi sekitar 100 yard atau lebih dari 91 meter dari area pertahanan Argentina.Artinya, tim Argentina masih memiliki cukup waktu untuk mengatur ulang organisasi pertahanannya.Graham Scott menilai, intervensi operator VAR telah melampaui batas kewenangannya. Menurutnya, teknologi yang dikontrol di ruang VAR itu hanya boleh digunakan untuk mengoreksi kesalahan yang benar-benar jelas dan nyata."VAR memang memeriksa seluruh fase serangan sebelum gol tercipta. Namun, dalam kasus ini (gol Mesir)tidak ada pelanggaran yang cukup jelas untuk membuat wasit dipanggil meninjau ulang tayangan," tegasnya.Graham Scott mengingatkan, makin jauh jarak dan makin lama jeda antara dugaan pelanggaran dengan proses terciptanya gol, maka standar untuk membatalkan gol seharusnya makin tinggi.Dalam insiden gol Mesir, Graham Scott menilai syarat untuk menganulir gol itu sama sekali tidak terpenuhi.Pertama, jarak lokasi dugaan pelanggaran dengan gawang Argentina sangat jauh.
Baca: Jadwal Siaran Langsung Prancis vs Maroko, Berebut Tiket Semifinal di Stadion BostonKedua, waktu untuk pemain Argentina memperbaiki pertahanan sangat cukup. Ia menegaskan, gol Mesir yang dianulir seharusnya disahkan.Tapi, Graham Scott setuju keputusan wasit untuk menolak klaim penalti Mesir ketika Mohammaed Salah terjatuh di dalam kotak penalti Argentina. Ia menilai, kontak yang terjadi tidak cukup untuk dianggap sebagai pelanggaran. (*)