Gempa dahsyat bermagnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela, menyebabkan kehancuran bangunan di Kota Caracas, Rabu (24/6/2026) waktu setempat. (REUTERS/Leonardo Fernandez Viloria)

USGS memperkirakan, jumlah korban tewas kemungkinan berada pada angka 10.000 hingga 100.000 orang.

Penjabat Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, menyatakan pemerintah segera menetapkan status keadaan darurat nasional.

Selain itu, pihaknya akan meminta bantuan pendanaan dari berbagai organisasi multilateral untuk mendukung proses pemulihan pascabencana.

"Kami menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang telah kehilangan anggota keluarga," kata Delcy Rodriguez.

Delcy Rodriguez menjabat Presiden Sementara Venezuela menggantikan Presiden Nicolas Maduro yang ditangkap militer Amerika Serikat (AS) beberapa bulan lalu. 

Menurut laporan dari pejabat lokal dan para saksi mata menunjukkan sejumlah bangunan runtuh, operasi penyelamatan berlangsung di berbagai lokasi, dan jumlah korban terus bertambah.

"Gedung-gedung dan rumah runtuh. Kami menangani situasi ini dengan seluruh sumber daya keamanan dan bantuan sipil yang kami miliki," kata Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, dalam pernyataan melalui televisi. 

Sementara itu, rekaman video yang beredar luas menunjukkan petugas penyelamat memanjat puing-puing bangunan yang ambruk di Kota Caracas.

Petugas penyelamat terkendala situasi sulit di lapangan. Apalagi, minim pencahayaan karena sudah memasuki malam hari. (*)    


Baca juga