Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu.

Masih menurut laporan Channel 12, kelompok oposisi Israel yang selama ini aktif mengkritik Netanyahu, sudah menjalin komunikasi intens dengan pejabat pemerintahan Donald Trump.

Komunikasi intens itu dikabarkan sudah menghasilkan beberapa poin penting. 

Channel 12 memberitakan, AS berupaya memanfaatkan peluang politik di tengah menurunnya kepercayaan rakyat Israel terhadap kepemimpinan Netanyahu.

"Dukungan" AS pada tokoh-tokoh oposisi Israel dapat menjadi ancaman serius bagi Netanyahu pada Pemilu 2026 ini.

Bahkan hasil survei surat kabar Israel, Maariv, pada Jumat (19/6/2026) menunjukkan, oposisi Israel dapat membentuk pemerintahan jika pemilihan diadakan hari itu. 

Hasil survei menunjukkan, pihak oposisi meraih 61 kursi, sedangkan pihak Netanyahu mendapat 49 kursi. (*)

 


Baca juga