Auditorium Prof. Natsir Nessa

LITERASI-ONLINE.COM - Prof. Dr. M. Natsir Nessa memiliki makna khusus bagi sivitas akademika Universitas Hasanuddin, khususnya bagi Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP). 

Guru Besar yang lahir di Belawa, pada 27 Desember 1948 ini merupakan ilmuwan yang memiliki kontribusi besar dalam pengembangan ilmu kelautan di Unhas.

Tokoh yang dikenal memiliki dedikasi tinggi dan berintegritas kuat ini juga merupakan bagian dalam sejarah dan perjalanan Unhas. 

Sebelum menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar pada 27 April 2023, Prof. Natsir Nessa telah memberikan sumbangsih yang sangat berharga bagi kemajuan dan perkembangan Unhas.

Ia pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Hidrologi dan Produksi Fakultas Pertanian Unhas (1975-1977), Ketua Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Peternakan Unhas (1987-1989), Dekan Fakultas Peternakan Unhas (1989-1991).

Ketua Program Studi Ilmu dan Teknologi Kelautan Unhas (1991), Direktur Pasca Sarjana Unhas (2002-2004), Sekretaris Senat Unhas (2006-2016), sekaligus anggota Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi BAN-PT (2006-2016). 

Menjelang akhir hayatnya, Prof. Natsir Nessa dipercaya sebagai salah seorang anggota Majelis Wali Amanah (MWA) Unhas pada periode 2016-2018. 

Pada masa ini, Prof. Natsir Nessa berkontribusi dalam merumuskan landasan strategis Unhas yang ketika itu baru saja bertransformasi menjadi PTNBH.

Dalam bidang akademik, Prof. Natsir Nessa dikenal sebagai sosok pendidik dan ilmuwan yang konsisten mendorong penguatan riset maritim berbasis potensi lokal Indonesia Timur. 

Dedikasinya tidak hanya tercermin melalui kegiatan pendidikan dan penelitian, tetapi juga dalam pengembangan kelembagaan FIKP Unhas sebagai pusat unggulan kajian kelautan dan perikanan.

Untuk mengenang jasa dan pengabdiannya, FIKP Unhas menghadirkan fasilitas yang diberi nama Auditorium Prof. Dr. M. Natsir Nessa. 

Fasilitas baru yang dirancang sebagai ruang kolaboratif untuk mendukung kegiatan akademik, diseminasi riset, serta penguatan jejaring ilmiah internasional.


Baca juga