Seorang warga di dekat sepeda yang terbakar di Avenue de la Grande Armee setelah suporter PSG berbuat anarkis di Kota Paris, Prancis, pada 30 Mei 2026. (Foto: Kenzo TRIBOUILLARD / AFP)
Menurut Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, pemerintah menyiapkan sistem pengamanan yang sangat ketat untuk mencegah kekerasan meluas.Sementara itu juru bicara kepolisian menegaskan, tujuan utama polisi memberi pengawalan demi memastikan masyarakat bisa merayakan kemenangan PSG dengan aman.Trauma Tahun LaluPemerintah Prancis mengerahkan total 22 ribu polisi di berbagai kota di Prancis untuk menjaga keamanan selama final Liga Champions 2025-2026. Jumlah terbanyak, yakni 8.000 polisi, dikerahkan di Kota Paris yang menjadi titik kumpul paling rawan.Prancis belajar dari pengalaman buruk tahun 2025 lalu.Ketika itu, PSG menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya dengan mengalahkan Inter Milan.Namun, perayaan suporter PSG berujung kerusuhan yang menyebabkan dua orang meninggal dunia dan sedikitnya 200 orang terluka. Dampak KerusuhanSelain mengerahkan polisi dalam jumlah banyak, pemerintah Prancis juga menghentikan jalur trem Paris, beberapa stasiun metro ditutup, dan lalu lintas bus dihentikan di beberapa tempat.Toko-toko di Kota Paris juga tutup lebih awal. Menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis, 326 orang ditahan di seluruh negeri, termasuk 235 orang yang ditangkap di Kota Paris. Belum jelas berapa banyak yang ditahan itu akan menjalani penyelidikan lebih lanjut. Pemerintah Prancis belum merinci dampak kerusuhan itu. Data awal polisi, enam kendaraan dan dua toko rusak. (*)
Baca juga