Legenda musik rock Amerika Serikat (AS), Bruce Springsteen

LITERASI-ONLINE.COM - Legenda musik rock Amerika Serikat (AS), Bruce Springsteen, menerima banyak ancaman pembunuhan selama menjalani tur konser bertajuk Land of Hope and Dreams di AS.

Ancaman mengerikan itu diduga kuat terkait sikap kritis Bruce Springsteen selama ini kepada Presiden AS, Donald Trump.

Sebelumnya, dalam beberapa momen, musisi ternama ini secara terbuka mengeritik sejumlah kebijakan Trump dan jajaran kabinetnya. 

Bruce Springsteen antara lain mengkritik kebijakan Trump terkait penanganan imigran.

Terutama tindakan brutal petugas imigrasi (ICE) yang menangkap dan memenjarakan para imigran.

Penertiban imigran oleh ICE telah memicu kerusuhan dan gelombang unjuk rasa di berbagai kota di AS.

Apalagi setelah dua wanita tewas ditembak petugas ICE saat penertiban imigran, beberapa waktu lalu.

Terbaru, sang musisi mengkritik serangan militer AS ke Iran tanpa alasan yang jelas.

Serangan itu nyatanya ikut berimbas ke perekonomian warga AS, setelah harga minyak mentah dunia melambung.  

Gitaris dari band pengiring Bruce Springsteen, Steven Van Zandt, mengakui adanya peningkatan pengamanan dalam tur kali ini.

Menurut Steven Van Zandt, keamanan  diperketat karena meningkatnya ancaman kepada sang musisi.


Baca juga