Legenda musik rock Amerika Serikat (AS), Bruce Springsteen

“Tur kali ini agak berbeda karena langkah-langkah keamanan yang ketat,” ungkap Van Zandt kepada Daily Mail, Selasa (26/5/2026). 

“Ada banyak ancaman, termasuk ancaman pembunuhan. Biasanya memang ada ancaman saat tur, tetapi kali ini jumlahnya meningkat,” tambahnya.

Bahkan dalam konser pembuka tur di Minneapolis pada 31 Maret 2026 lalu, Bruce Springsteen tanpa tanggung-tanggung "menyerang" Donald Trump.

"Amerika (Serikat) saat ini berada di tangan pemerintahan yang korup, tidak kompeten, rasis, sembrono, dan khianat," katanya.

Bruce Springsteen juga mengajak penonton untuk memilih perdamaian daripada perang.

Van Zandt mengungkapkan, meningkatnya ancaman pembunuhan pada Bruce Springsteen membuat FBI turun tangan.

Otoritas keamanan lainnya juga memberi perhatian serius pada tur konser sang musisi.

Tur Bruce Springsteen yang bertajuk Land of Hope and Dreams dijadwalkan berakhir pada 30 Mei di Philadelphia. (*)


Baca juga