Polisi berjaga-jaga di sekitar kompleks masjid Islamic Center of San Diego, California, Amerika Serikat. (Foto: Getty Images via AFP/CARLOS A. MORENO)

Dugaan sementara polisi, aksi penembakan ini dilakukan karena rasa kebencian.

Tapi, polisi masih melakukan penyelidikan mendalam mengenai motif penembakan ini.

Direktur San Diego Islamic Center Imam Taha Hassane mengecam penembakan ini.

Ia mengatakan, sangat keterlaluan menargetkan tempat ibadah untuk tindakan kriminal.

Taha Hassane menjelaskan bahwa semua staf, guru, dan anak-anak di kompleks masjid dalam keadaan aman.

"Kami belum pernah mengalami tragedi seperti ini sebelumnya. Saat ini yang bisa saya katakan hanyalah, kami mengirimkan doa dan solidaritas kami kepada semua keluarga di komunitas kami di sini," tambahnya.

Gubernur California, Gavin Newsom, mengaku telah menerima laporan mengenai kejadian itu. 

Gavin Newsom menyatakan berterima kasih kepada para petugas kepolisian yang segera tiba di lokasi kejadian untuk memberikan rasa aman kepada warga. 

“Kebencian tidak boleh ada di California, dan kami tidak akan mentolerir tindakan teror atau intimidasi terhadap komunitas beragama,” tulis Gavin Newsom di akun X.

Dalam keterangan terpisah, Presiden AS Donald Trump menyebut insiden ini sebagai situasi situasi yang mengerikan.

Donald Trump mengatakan, pihaknya sudah menerima informasi awal mengenai insiden itu. (*)



Baca juga