Hamsah Dg Nyengka, SE, Ketua PW KTTP Jawa Timur.

Ia mempersunting gadis pujaannya yang berasal dari Surabaya.

Darmo Dg Gading,S.Kep, M.Kes

Sosok Darmo Dg Gading, S.Kep, M.Kes. 

Dg Gading yang dikenal luas oleh warga diaspora Sulsel dan warga Kota Tarakan, berasal dari Lengkese, Kecamatan Mangngarabombang.

Di lingkungan keluarga besarnya, ia dikenal sebagai I Nojeng Manninggau Kr. Gading.

Saat ini, Tetta Gading merupakan pengusaha.

Namun, sebelumnya ia adalah sosok Bhayangkara yang telah mengabdikan diri selama kurang lebih 30 tahun.

Terakhir pengabdiannya pada Agustus 2025 di Bidokkes Kepolisian dengan pangkat IPTU.

Tetta Gading dikenal sebagai pekerja keras dan tak lelah menambah ilmu. 

Ia menyelesaikan Magister di bidang ilmu kesehatan pada tahun 2025. 

Di sela-sela kesibukannya, ia tetap aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan.

Ballak Lompona Diaspora Takalar

A. Muktadir Taiyeb Dg Rurung sebagai Sekjen KKTP menuturkan bahwa pengukuhan dua BPW ini merupakan bagian dari rangkaian Halal bi Halal warga Diaspora Takalar.

Hadir dalam acara pengukuhan BPW KKTP yang dilakukan melalui virtual zoom dan hybrid, diantaranya Ince M. Rivai Dg Masiga yang dikenal sebaga Mamasiga, tokoh masyarakat Kota Tarakan sebagai Dewan Penasehat BPN KKTP dan BPW KKTP Kaltara.

Pengurus BPW yang akan dikukuhkan, Dewan Penasehat BPN KKTP H. Ahmad Dg Se're anggota DPR RI Fraksi Nasdem, Dewan Pakar Prof Dr.H. Dahyar Daraba, Prof Dr. H. Adlin Dg Sila, Drh. H. Hasbullah Ismail Dg Nyikko, Dr. Ir. Nirwan Nasrullah Dg Tunru.

Pengurus BPN KKTP, perwakilan dari BPD KKSS Kabupaten dan Kota Bogor, serta Kota Malang. 

Terbentuknya BPW di beberapa provinsi semakin meneguhkan bahwa kehadiran KKTP sebagai Ballak Ratena atau Ballak Lompona Warga Diaspora Takalar di perantauan, sebagai wadah tempat berkumpul, bersilaturrahmi, a'bulo sibatang.

Merajut rasa sipakatau, sipakainga, sipakalakbiri, sipappacei.

Serta tetap menjaga pesan orang tua, bila merantau di negeri seberang jagalah tiga ujung: ujung lidah, ujung badik dan ujung kemaluan.

Dimana bumi di pijak disitu pula langit dijunjung, menyatu dengan warga setempat sebagai saudara namun tak lupa dan tetap menjaga adat istiadat Takalar Butta Panrannuangku. (amt)




Baca juga