Di tengah gelak tawa dan obrolan ringan, terselip pesan bijak agar segala ego dan perbedaan masa lalu ditanggalkan. Di usia yang kian senja, harmoni adalah segalanya. "Pada fase hidup kita sekarang, tidak ada lagi ruang untuk perbedaan yang prinsipil. Saatnya kita mempererat tangan, saling bahu-membahu, dan membantu satu sama lain," pesannya, yang disambut anggukan setuju dari para hadirin.Sebagai pelengkap kerinduan, ucapan maaf yang tulus pun mengalir di sela-sela sambutan. Memasuki suasana Idulfitri, semangat pemaafan menjadi inti dari pertemuan malam itu. "Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H, minal aidin walfaizin. Mohon maaf lahir dan batin atas segala khilaf," tuturnya, menutup pesan dengan doa yang menyejukkan hati.Suasana semakin menyentuh saat Ketua Umum IKA SMANSA 82 yang juga menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum, memberikan arahannya. Ia membuka sambutan dengan bait-bait pantun yang jenaka namun bermakna, lalu memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para guru. "Hormat kami untuk para guru, tanpa didikan kalian, kami bukanlah siapa-siapa hari ini," ucapnya dengan penuh takzim.Ia juga mengajak seluruh rekan sejawatnya untuk terus merawat energi positif dari pertemuan ini. Menurutnya, menjaga hubungan baik bukan hanya soal sosial, tapi juga tentang berkah spiritual. "Dengan terus menyambung silaturahmi, insya Allah kita akan diberikan umur yang panjang dan berkah," tuturnya sembari menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar alumni.Malam pun larut, namun kehangatan yang tercipta tidak ikut padam saat lampu ruangan mulai meredup. Pertemuan ini meninggalkan pesan kuat bahwa waktu boleh terus berlari, namun kebersamaan SMANSA 82 selalu punya cara untuk pulang ke akar persaudaraan yang tulus. Sebagai penutup yang meriah, sesi pengundian puluhan hadiah 'doorprize' dari Dr. H. Zainal Arifin Paliwang dan Dr. H. Azhary Sirajuddin menjadi penutup manis sebelum seluruh alumni melakukan sesi foto bersama dan bersalaman penuh keharuan. (*)