Seperti berpikir, mengingat, memecahkan masalah, dan memproses informasi. Tes ini digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari skrining kesehatan (demensia), pendidikan (UTBK), hingga seleksi kerja (psikotes/bakat) untuk menilai potensi intelektual secara umum.Jamie Raskin menegaskan, Donald Trump memulai serangan ke Iran pada 28 Februari 2026 tanpa persetujuan Kongres AS.Karena itu, rakyat AS harus tahu dan yakin bahwa presiden memiliki kondisi mental yang cukup untuk menjalankan tugasnya. “Saya meminta dokter di Gedung Putih melakukan penilaian kognitif komprehensif terhadap Presiden Donald Trump, memberikan hasilnya kepada Kongres, dan bersedia memberikan penjelasan kepada Kongres tentang temuan Anda," tegas Jamie Raskin. Desakan anggota Kongres AS ini terutama ditujukan kepada dokter kepresidenan, Kapten Sean Barbabella.Jamie Raskin menilai ada gejala demensia dan penurunan kognitif pada Donald Trump. Jamie Raskin menyampaikan dugaan penurunan mental ini setelah seminggu pengawasan bersama mengenai kondisi mental Donald Trump.Pengawasan bersama ini juga melibatkan sejumlah tokoh sayap kanan yang sebelumnya mendukung kampanye Donald Trump pada Pilpres AS 2024 lalu.Sementara itu, Gedung putih membantah pernyataan mengenai Donald Trump menunjukkan gejala demensia. Demensia adalah istilah umum untuk gejala penurunan fungsi kognitif—seperti memori, kemampuan berpikir, pemahaman, bahasa, dan pertimbangan—yang cukup parah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan sel otak dan bukan bagian normal dari penuaan. (*)