Presiden AS Donald Trump
LITERASI-ONLINE.COM - Isu sensitif mengenai kondisi mental atau kejiwaan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, akhirnya mengemuka ke publik.Salah seorang anggota Kongres AS, Jamie Raskin, menduga Donald Trump mengalami gangguan mental.Dugaan Jamie Raskin ini mengacu pada pernyataan-pernyataan publik Donald Trump yang cenderung kasar dan sering ngawur. Terutama pernyataan-pernyataan sang presiden sebelum dan sepanjang perang lawan Iran, selama sebulan lebih. Politisi Partai Demokrat ini meminta dokter yang bekerja di Gedung Putih melakukan tes kognitif kepada Donald Trump.Ia mengaku sangat prihatin atas pendekatan dan pernyataan publik Trump dalam konflik dengan Iran.Jamie Raskin bahkan mempertanyakan kelayakan Donald Trump untuk menjabat sebagai presiden.“Dalam beberapa hari terakhir, negara ini telah menyaksikan pernyataan dan ledakan emosi Presiden Trump di depan publik yang semakin tidak koheren, mudah berubah, kasar, gila, dan mengancam,” tulis Jamie Raskin dalam sebuah surat, seperti diberitakan CNN, Sabtu (11/4/2026). Jamie Raskin menyebut salah satu contoh, yakni kata-kata kasar Trump pada momen sakral Mingguh Paskah. Ia juga mengkritik Donald Trump yang berbicara tentang perang di hadapan anak-anak pada acara Easter Egg Roll di Gedung Putih. Desak Tes KognitifKarena itu, Jamie Raskin mendesak dokter di Gedung Putih melakukan tes kognitif yang menyeluruh kepada Donald Trump. Hasil tes kognitif kemudian disampaikan secara terbuka kepada kongres.Tes kognitif adalah metode penilaian objektif untuk mengukur kemampuan mental seseorang.
Baca juga