LITERASI-ONLINE.COM - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu (76 tahun) akan kembali menjalani persidangan akhir pekan ini, terkait tiga kasus dugaan korupsi yang menjeratnya.Penanganan kasus ini berlarut-larut, karena Netanyahu menjadikan alasan kesibukannya sebagai pejabat negara untuk "menghindari" persidangan.Ia juga diduga sengaja menjadikan konflik di Gaza, Palestina dan yang terbaru perang melawan Iran untuk mengulur-ulur waktu.Namun, setelah tercapainya gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran, maka persidangan Netanyahu bisa diagendakan lagi. Pihak pengadilan menyatakan bahwa sidang lanjutan kasus Netanyahu diagendakan pada Minggu (12/4/2026).Agenda sidang adalah mendengar saksi-saksi yang akan dihadirkan kuasa hukum Netanyahu.Pihak militer Israel melalui Komando Front Dalam Negeri sudah menyetujui pembukaan kembali berbagai aktivitas di sebagian besar wilayah yang diduduki Israel.Termasuk aktivitas di kantor pengadilan, seiring meredanya serangan-serangan balasan Iran setelah tercapainya gencatan senjata.
Baca: Fenomena di Israel: Manfaatkan Sirene Bahaya Serangan, Tinggalkan Toko dan Restoran Tanpa BayarSebelumnya, aktivitas pemerintahan dan perdagangan di Israel nyaris lumpuh karena masifnya serangan drone dan rudal balistik Iran.AFP memberitakan, Netanyahu menghadapi sejumlah dakwaan dalam tiga kasus korupsi.Dalam dua kasus, Netanyahu diduga bernegosiasi untuk mendapatkan pemberitaan yang menguntungkan dari media Israel.