Donald Trump kampanye di hadapan pendukungnya pada Pilpres AS 2024.

Harga bensin: 45 persen pendukung setia Trump kesal karena harga bensin mahal.

Pajak impor (Tarif): Kebijakan andalan Trump ini malah dianggap gagal total oleh 64 persen warga AS, karena membuat harga barang naik signifikan.

Mayoritas warga AS tidak butuh tabel atau grafik rumit hasil survei untuk menilai kinerja ekonomi Trump.

Sebab, kini mereka merasakannya langsung ketika membayar di kasir supermarket dan saat membeli bensin.

Janji manis kampanye Trump untuk membuat hidup lebih murah, kini justru bertolak belakang dengan kenyataan harga barang yang terus meroket (inflasi) dan harga bensin yang naik tajam.

Begitu juga kebijakan tarif impor yang dulu dibanggakan Trump sebagai "senjata sakti," sekarang dianggap gagal total oleh masyarakat karena justru membuat harga kebutuhan sehari-hari makin mahal. 

Perang Lawan Iran 

Salah satu pemicu utama kemarahan publik kepada Trump adalah serangan militer terhadap Iran. 

Kebijakan ini dianggap bertolak belakang dengan janji kampanye Trump untuk menghindari perang.

Apalagi, sesumbar Trump akan memenangkan perang lawan Iran dalam tempo singkat, ternyata jauh dari fakta.

Sejauh ini, perang sudah berlangsung sebulan lebih.

Puluhan tentara AS tewas, ratusan terluka, dan biaya perang terus membengkak. (*)



Baca juga