"Karena kita menyandang nama besar Perumahan Dosen, maka keteladanan adalah sebuah keharusan. Untuk menjaga kesinambungan persatuan ini, saya mengusulkan Ibu Liestiaty Fachruddin untuk didaulat sebagai Ketua Paguyuban Warga Perdos Unhas Tamalanrea dan sekitarnya," ucapnya yang langsung disambut riuh tepuk tangan setuju dari seluruh hadirin.Menutup arahannya, Prof. Jompa membawa angin segar terkait komitmennya menuntaskan masalah sertifikat kepemilikan tanah di Perdos. Ia juga menitipkan pesan agar warga selalu membuka diri dengan penduduk di wilayah perbatasan seperti Kampung Parang, Tambassa, Wessabbe, hingga Kapasa demi memperkuat jejaring sosial yang lebih luas.Setelah rangkaian sambutan formal, suasana beralih menjadi lebih reflektif saat Ustadz H. Sulaiman Gosalam, M.Si., menyampaikan ceramah agama. Materi yang dibawakannya menitikberatkan pada pentingnya menjaga kedamaian dan menjadikan lingkungan tempat tinggal sebagai oase kerukunan yang patut dicontoh oleh masyarakat luas.Di penghujung acara, Wakil Ketua Panitia, Nurfaidah Gagaring, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Kepada awak media, istri dari Prof. Gagaring Pagalung ini mengaku bangga melihat antusiasme yang luar biasa, mengingat besarnya perhatian yang diberikan warga terhadap tradisi silaturahmi ini."Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Rektor Unhas, mantan Gubernur Sulsel Prof. Nurdin Abdullah, hingga para begawan kampus seperti Prof. Basri Hasanuddin, Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu, dan Prof. Warsinggih menunjukkan betapa solidnya hubungan warga yang bermukim di Perdos Unhas ini," tutup Nurfaidah dengan penuh semangat. (*)