Warga AS unjuk rasa memprotes berbagai kebijakan Presiden Donald Trump sambil membawa spanduk bertuliskan "No Kings". (foto: Reuters)

LITERASI-ONLINE.COM - Demo besar-besaran warga Amerika Serikat (AS)menentang Presiden Donald Trump berlangsung Sabtu (28/3/2026) waktu setempat.

Demonstran berkumpul di beberapa kota di seluruh negara bagian AS melampiaskan kemarahan atas gaya pemerintahan Trump yang dinilai otoriter.

Begitu pula kebijakan imigrasi garis keras Trump yang telah memakan korban jiwa.

Pendemo juga memprotes perang AS melawan Iran yang justru menyusahkan warga AS karena kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.

Apalagi, kenaikan harga BBM kemudian memicu kenaikan harga berbagai kebutuhan lainnya.

AFP memberitakan, penggagas demo mengatakan setidaknya 8 juta orang berkumpul di lebih dari 3.300 titik di seluruh 50 negara bagian AS dari kota-kota besar hingga kota-kota kecil.

Ini adalah kali ketiga dalam kurang dari setahun warga Amerika turun ke jalan sebagai bagian dari gerakan akar rumput yang disebut 'No Kings',

 Unjuk rasa warga AS menentang kepemimpinan Presiden Donald Trump, Sabtu 28 Maret 2026..

Saluran oposisi yang paling vokal dan visual terhadap Trump sejak ia memulai masa jabatan keduanya pada Januari 2025. 

Di New York, kota terpadat di Amerika Serikat, puluhan ribu demonstran berkumpul, termasuk aktor peraih Oscar Robert De Niro.

Sang aktor sering menyebut presiden Trump sebagai ancaman eksistensial bagi kebebasan dan keamanan warga AS.

Aksi protes ini berlangsung dari Atlanta hingga San Diego. 

Warga sama-sama merasa konstitusi terancam karena kebijakan-kebijakan Trump yang kontroversial.

"Tidak ada negara yang dapat memerintah tanpa persetujuan rakyat," kata veteran militer, Marc McCaughey, kepada AFP di Atlanta, tempat ribuan orang turun ke jalan.


Baca juga